Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengajak untuk melestarikan penganan lokal seperti lemang yang merupakan kuliner tradisional khas Lampung Barat. Makanan tersebut biasa disajikan pada saat-saat istimewa, seperti acara pernikahan, hari raya, dan lainnya.

Panganan bakar yang gurih perpaduan ketan dan santan ini wajib dinikmati bila berkunjung ke Lampung Barat.

Bagi masyarakat Lampung Barat, tradisi ‘Ngelemang’ (memasak lemang) bukan hanya sebatas pada acara masak-memasak saja. Ada makna historis dan filosofis yang terkandung di dalamnya. Melalui ngelemang, para leluhur mengajarkan nilai-nilai ‘Beguai Jejama’, budaya gotong royong dalam bermasyarakat.

Lemang lahir dari proses rumit dan panjang. Dalam proses produksinya, dibutuhkan kerja sama dan tenaga banyak orang. Hal itu dilakukan sejak proses awal, mulai dari mengumpulkan bambu, daun pisang, mengolah adonan, memasukkan adonan ke dalam bambu, dan diakhiri dengan proses pembakaran. Penerapan nilai gotong royong menjadi bagian penting di dalamnya.

Pemkab Lampung Barat bersama pihak terkait terus melakukan edukasi dan sosialisasi terkait pelestarian adat dan budaya lokal (termasuk kuliner) melalui berbagai media acara. Hal itu dilakukan sejak dini di bangku sekolah dasar, melalui pelajaran muatan lokal. Berbagai acara kebudayaaan lokal pun telah dilaksanakan. Bahkan, pemecahan Rekor MURI terkait Ngelemang pun sudah dilakukan.

Sumber: Antara

About the author

AdminLampunggeh

Leave a Comment