Taman Purbakala Pugung Raharjo

Taman Purbakala Pugung Raharjo terletak di Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Situs Purbakala yang terletak di Desa Pugung Raharjo ini berjarak sekitar 52 kilometer dari Kota Bandar Lampung.

Sejarah ditemukannya Situs Purbakala Pugung Raharjo ini, tak lepas dari  temuan benda-benda purbakala pada tahun 1954,  ketika warga yang mengikuti program transmigrasi lokal yang diadakan oleh Biro Rekonstruksi Nasional (BRN) membuka hutan Pugung untuk tempat tinggal, pertanian, ladang dan sawah.

Peninggalan di Taman Purbakala Pugung Raharjo pertama kali ditemukan pada 14 Agustus 1957 oleh seorang warga bernama Kadiran. Ia menemukan susunan batu besar, gundukan tanah yang berbentuk bujur sangkar, dan satu patung perempuan yang sedang duduk dengan sikap Dharmacakra Mudra dan diperkirakan berasal dari abad ke-12 Masehi.

Penelitian awal dimulai tahun 1968 oleh Lembaga Purbakala, kemudian dilanjutkan pada tahun 1973  oleh Peninggalan Nasional beserta Pennsylvania Museum University yang melakukan pencatatan dan pendokumentasian kepurbakalaan Pugung Raharjo. Penelitian dan penggalian berlangsung hingga tahun 1980, menghasilkan kesimpulan bahwa kompleks megalitik Pugung Raharjo memiliki luas sekitar 25 Ha.

Sejak saat itu, sejumlah penelitian dan eskavasi (penggalian) mulai kerap dilakukan. Hasil penelitian arkeologi menunjukkan, Taman Pugung Raharjo adalah situs yang sangat unik dan menarik. Di satu areal, begitu banyak peninggalan dari periodisasi yang berbeda, yaitu Zaman Prasejarah, Hindu-Budha, dan Islam.

Di Situr Purbakala ini kita ditemui benteng parit berbentuk persegi mengitari seluruh areal situs purbakala. Benteng dan parit itu kini hanya tampak seperti gundukan besar, yang tertimbun tanah dan ditumbuhi rerumputan. Panjang benteng sebelah timur 1.200 meter, dan di barat 300 meter. Dahulu kala, benteng parit ini difungsikan sebagai tempat perlindungan dari gangguan binatang buas atau serangan musuh.

Selain itu ada juga Punden, kompleks Batu Mayat, dan Kolam Megalitik merupakan peninggalan zaman prasejarah. Para arkeolog memprediksi peninggalan itu berasal dari 2500 tahun sebelum Masehi.

Peninggalan zaman Hindu dan Buddha yang ditemukan di sekitar Taman Purbakala Pugung Raharjo antara lain arca Budhisatwa, arca Tipe Polinesia, Prasasti Bungkuk, mata uang China, dan keramik.

Sementara peninggalan dari zaman Islam dibuktikan dengan ditemukannya Prasasti Dalung. Prasasti terbuat dari lempengan tembaga bertuliskan huruf Arab gundul dengan bahasa Banten. Prasasti berisi hukum laut dan perdagangan lengkap dengan angka tahun 1102 Hijriah.

Di dalam situs arkeologi Taman Purbakala Pugung Raharjo ini terdapat komplek peninggalan dari masa megalitik seperti arca, pundan berundak, batu mayat, altar batu, menhir, batu berlubang, serta dolmen peninggalan periode klasik berupa prasasti, dan keramik dari Dinasti Han, Dinasti Sun, dan Dinasti Ming.

 

Penulis : Dwi Surya Ananda

Referensi : Kompas, eloratour

About the author

AdminLampunggeh

1 Comment

Leave a Comment