Paradinei/Paghadini adalah puisi Lampung yang biasa digunakan dalam upacara penyambutan tamu pada saat berlangsungnya pernikahan secara adat.

Istilah paradinei dikenal di lingkungan masyarakat Lampung dialek O, sedangkangkan untuk masyarakat Lampung dialek A lebih dikenal dengam nama Paghadini.

Paradinei/paghadini diucapkan jurubica masing pihak, baik pihak yang datang maupun yang didatangi. Secara umum, isi dari paradinei/paghadini berupa tanya jawab tentang maksud dan tujuan kedatangan.

Paradinei/paghadini juga berfungsi sebagai media tanya jawab saat berlangsungnya upacara penyambutan tamu, melestarikan bahasa & sastra Lampung dan mendidik masyarakat Lampung agar menghargai sastra daerahnya.

Contoh :

Penano cawono pun tabik ngalimpuro
Sikam ‘jo keno kayun tian sai tuho rajo
Ki cawo salah susun maklum kurang biaso

Sikam nuppang betanyo jamo metei sangoiringan
Metei jo anjak kedo nyo maksud dan tujuan
Mak dapek lajeu di jo ki mak jelas lapahan.

dst.

Artinya :

Ucapan jurubicara pihak tuan rumah
Pertama-tama, kami memohon maaf
Kami mendapat perintah dari para sesepuh
Jika ada kata yang salah mohon dimaklumi

Kami numpang bertanya pada kalian serombongan
Kalian dari mana, apakah maksud dan tujuan
Tidak boleh lewat di sini jika tidak jelas tujuannya.

dst.

Penulis : Dwi Surya Ananda

Referensi : Wikipedia dan Lampung Sai Bumi Ruwa Jurai Karya Firman Sujadi

About the author

AdminLampunggeh

Leave a Comment