Fenomena luar angkasa tahunan ini akan bisa kita saksikan di Indonesia, bahkan Lampung menjadi salah satu tempat yang potensial untuk melihat fenomena ini. Menurut NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL) dan Space Science telescope Institue (STScl), puncak hujan meteor Lyrid akan terjadi pada 15-25 April 2018 .

Hujan meteor Lyrid selalu muncul setiap bulan April. Nama Lyrid sendiri diambil dari rasi asalnya, yakni rasi Lyra (Harpa). Menurut NASA, fenomena ini sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu. Bahkan berdasar catatan NASA, astronom China telah merekam hujan meteor Lyrid sejak 687 SM.

Provinsi Lampung menjadi tempat yang potensial untuk melihat fenomena ini karena masih minim akan polusi cahaya, berbeda dengan kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Sehingga massyarakat dapat langsung melihat dengan mata telanjang di mana saja. Menariknya selain hujan meteor lyrid, di waktu yang sama kita juga bisa melihat planet Mars, Jupiter, dan Saturnus, serta satelit alami dari masing-masing planet tersebut dengan catatan menggunakan teleskop.

Di Lampung sendiri Unit Pelaksana Teknis Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) memfasilitasi sebuah kegiatan bertajuk nonton bareng hujan meteor lyrid. OAIL mengadakan nonton bareng fenomena hujan meteor lyrid pada tanggal 23 April 2018 pada pukul 19.00 s/d 00.00 WIB, sehingga masyarakat lampung dapat turut serta
menyaksikan momen tersebut

Hujan meteor Lyrid muncul karena setiap tahunnya bumi melewati jejak atau sisa debu yang ditinggalkan oleh komet Thatcher. Sisa-sisa debu itu yang kemudian nampak dari bumi sebagai hujan meteor.Setiap 415 tahun sekali, komet tersebut melintasi bumi. Komet Tatcher melintasi tata surya terakhir terjadi pada 1816. Ini artinya, komet Thatcher akan kembali ke tata surya pada 2276.

Saat puncak hujan meteor nanti akan terdapat sebanyak 20 meteor akan melintas setiap jamnya sehingga dalam setiap tiga menit terdapat satu meteor yang melintas.

Penulis : Dwi Surya Ananda

About the author

AdminLampunggeh

Leave a Comment